Selasa, 27 September 2011

First Reflection

In the first meeting, i review about my future or my dream want to be a teacher. I shared to my friends about who give me inspire to be a teacher, what my planning as a teacher candidate and then what is my purpose study PETA.
When my lecturer explained about our modul and what topic will we discuss, iam very interested because the material is fun and teach me to be a great teacher.  I hope after i study abaout PETA i can make an efective class, assesment, and efective in teaching.
Besides, i also learn about types of teacher such that an efective teacher and non-efective teacher. Every group wrote the types of teacher and shared to another group. Its very fun and i enjoy it. From this activity i learn to be an efective teacher and great teacher.
:)

Humanistic 1 ( First Essay )


Humanistic studies, pertamakali mendengar mata kuliah ini, saya merasa bingung. Mata kuliah tentang apa dan nantinya akan mempelajari apa. Lalu saya bertanya pada senior, dan ternyata mata kuliah ini semacam Pkn. Setelah tahu seperti Pkn yang saat itu saya fikirkan adalah mata kuliah yang membosankan dengan banyak hafalan undang-undang, bahasa yang sulit dipahami belajar tentang kepemerintahan.
Semua pemikiran itu berubah saat saya telah mengikuti kuliah pertama saya, ternyata kuliah humanistic tidak belajar seperti di SMA yang banyak menghafal. Melainkan berdiskusi tentang keanekaragaman budaya, agama dan cara bersosialisasi anatar sesama. Di mata kuliah ini saya belajar kalau perbedaan itu sangat indah. Kita dapat saling belajar dari perbedaan tersebut. Tanpa ada yang harus tersakiti dan merasa dirugikan.
Mengenai harapan, tentu saya setiap mahasiswa mwngharapkan mendapat nilai yang baik dalam setiap mata kuliahnya. Bukan hanya nilai, tetapi saya juga ingin mendapatkan pengetahuan yang mendalam dalam mata kuliah Humanistic ini. Dengan belajr mmata kuliah ini saya berharap saya semakin bisa menerima perbedaan apapun itu dari agama, budaya dan sifat dari orang-orang disekitar saya. Selain itu agar saya tidak mudah terprovokasi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab
Sebenarnya sejak kecil saya sudah terbiasa dengan adanya perbedaan, karena selama bersekolah saya suda banyak bertemu dengan bermacam-macam suku dan agama. Terlebih lagi di dalam keluarga besar saya juga banyak yang berbeda agama, tetapi kami saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Contohnya, saat lebaran keluarga yang bergama non islam akan mengunjungi rumah yang beragama islam, begitu juga sebaliknya. Setelah belajar Humanistic saya pun berharap perasaan saya semakin kuat dalam menerima indahnya perbedaan.